Rabu, 19 November 2008

Hati yang Berbagi
Pendahuluan:
Reg Green adalah seorang warga California yang mengajak isteri dan anak-anaknya berlibur ke Italia. Pada saat mengendarai mobil sewaan melintasi jalan tol seorang perampok menembaki mobil mereka. Reg dan Maggie, isterinya, selamat, tetapi Nicholas yang baru berusia 7 tahun terluka dan 2 hari kemudian meninggal.
Dalam kesedihannya, ia tidak menuntut kedutaan negaranya dan menekan polisi setempat. Ia mengajukan keinginannya untuk menyumbangkan ginjal, hati, kornea, dan jantung Nicholas kepada 7 warga Italia, negara dimana anaknya mati terbunuh. Green berkata ada banyak pilihan yang kita bisa lakukan untuk kehidupan yang lebih baik, memilih mencintai daripada membenci dan bermurah hati daripada berbuat kejam. Beberapa minggu kemudian ada banyak orang Italia berbondong-bondong mencatatkan diri sebagai donor organ tubuh. Itulah ringkasan kisah dari buku yang berjudul “The Nicholas Effect”.
Juru selamat kita, Yesus Kristus juga memiliki rasa peduli yang besar terhadap segala keluh kesah kita, hingga Alkitab meringkas perasaan Yesus itu di dalam Ibrani 4:15.
Kepedulian Allah ditunjukkan melalui ‘duka’-Nya melihat keadaan manusia dan dunia ini. Dalam hal apa saja Allah berduka?

1. Allah berduka melihat keadaan dunia ini.
Beberapa hal yang dituliskan oleh Paulus mengenai dunia ini:
Dunia ini jahat (Galatia 1:3-4). Sistim informasi dan nilai-nilai pergaulan yang buruk telah merusakan kebiasaan baik manusia..
Dosa telah masuk ke dalam dunia ini (Roma 5:12)
Dunia ini tidak layak ditiru (Roma 12:2)
Di tengah situasi dunia yang seperti demikianlah Allah menunjukkan kepedulian-Nya pada dunia ini. Seperti dikatakan dalam (Yohanes 3:16-19)

2. Yesus juga berduka karena keberdosaan seseorang.
a. Pada peristiwa penyembuhan di kolam Betesda, Yesus menjumpai seorang yang sudah 38 tahun sakit, lalu disembuhkan oleh kuasa-Nya. Oleh sebab itulah Yesus meminta supaya orang itu tidak berbuat dosa lagi, sebab jika ia masih berbuat dosa maka hal yang lebih buruk lagi akan menimpanya (Yohanes 5:14).
b. Kisah berikutnya adalah ketika Yesus berhadapan dengan seorang wanita yang kedapatan berbuat zinah dan hendak dilempari dengan batu oleh orang banyak. Di sana Yesus jelas sekali menunjukkan anugerah-Nya bagi si Pendosa dengan mengampuni dan juga memperingatkan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali (Yohanes 8:2-11) Perhatikanlah bentuk kepedulian Yesus yang diwujudkan dengan memulihkan manusia dari kutuk dosa dan memperingatkannya akan dampak yang lebih buruk lagi dari dosa.

3. Yesus berduka karena penderitaan seseorang (empati).
a. Rasa empati inilah yang berujung pada sebuah tindakan. Beberapa kali Alkitab mengatakan bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan (Mat 20:34; 14:14; Markus 1:41).
b. Selain itu, dalam Yohanes 11:33 disebutkan “masygullah hati Yesus” (secara kasar istilah ini dapat diibaratkan seekor kuda yang meringkik dengan keras dengan kaki depan terangkat dan tak sabar untuk berlari. Itulah rasa hati Yesus; gelisah tak sabar untuk segera melakukan sesuatu) saat melihat derita Maria dan Marta.

Jika Allah peduli, kita pun harus peduli! Pertanyaannya bagi kita: kapan terakhir kali kita bersedih, menangis dan tak tahan untuk melakukan sesuatu bagi orang lain yang sedang menderita?