Kamis, 31 Juli 2008

puisi

JABLAI
(JAkarta Banjir LAgI)

Kotaku sama seperti yang dulu lagi
Kenyang disambangi air bersenti-senti
Puas ditiduri air berhari-hari
Kotaku memang tak pernah sepi
Ramai dijejali para pengais rejeki
Yang setiap pagi menanti metromini
Kotaku bahkan tak sepi mesti banjir datang lagi
Jalanan tetap saja sesak karena pengungsi
Kotaku seakan tak pernah mati
Meskipun kereta api tak lagi berlari
Sebab jalannya dirampas para pemimpi yang kini merenung sepi menangisi gubuknya yang telah pergi disapu banjir pagi-pagi
Jakarta banjir lagi
Membuat kota ini semakin ramai
Disesaki para pengungsi yang harus mengantri, berjam-jam bahkan bermandi peluh demi mendapat sebungkus nasi yang bahkan telah basi karena dibungkus terlalu pagi
Berjam-jam bermandi peluh bahkan berkelahi demi mendapat sekardus mie tanpa api
Kotaku banjir lagi…
Dan kini menyisakan sampah, wabah, dan juga sebongkah lelah, resah dan gelisah karena terjaga sepanjang malam menjagai pondokan yang telah basah.
Jakarta banjir lagi…
Tapi Jakarta tak pernah sepi
Separuhnya memang telah hancur
Tapi Jakarta tak pernah tidur

Tidak ada komentar: